GERAKAN BMT JAWA BARAT PERKUAT TIGA PILAR: EDUKASI, ADVOKASI, DAN EKONOMI

Silaturrahmi BMT Jawa Barat 2026 sekaligus menetapkan kepengurusan ABSINDO dan PINBUK Jawa Barat periode 2026–2030

BANDUNG, 16 September 2026 — Gerakan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Jawa Barat memperkuat konsolidasi organisasi melalui Silaturrahmi BMT Jawa Barat 2026 yang digelar di Gedung GAKOPSYAH BMT Jawa Barat, Kompleks Metro Trade Centre Bandung.

Kegiatan yang diikuti 27 utusan gerakan BMT Jawa Barat, PINBUK, ABSINDO Pusat, tokoh BMT Jawa Barat, serta mitra INKOPSYAH tersebut dilaksanakan secara hybrid. Sebanyak 8 peserta mengikuti kegiatan secara virtual melalui Zoom Meeting.

Silaturrahmi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat komunikasi, membangun sinergi, sekaligus menyatukan langkah gerakan BMT Jawa Barat dalam menghadapi perkembangan ekonomi, regulasi, dan transformasi digital.

Tiga agenda utama menjadi bagian dari pertemuan tersebut, yaitu:

  1. Sosialisasi Program Green Energy SUNKING Solar Panel System;
  2. Musyawarah Wilayah ABSINDO Jawa Barat; dan
  3. Rapat Kerja Wilayah PINBUK Jawa Barat.

MEMPERKUAT TIGA PILAR GERAKAN BMT

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dzikir Al-Fatihah beserta penyampaian pesan dan maknanya, serta menyanyikan Mars BMT.

Dalam kesempatan tersebut, H. Asep Sudrajat, S.H., M.M., selaku Sekretaris Jenderal ABSINDO sekaligus Steering Committee kegiatan, menyampaikan pentingnya membangun infrastruktur gerakan BMT yang kuat dan saling melengkapi.

Menurutnya, BMT harus terus memperkuat posisinya sebagai lembaga intermediasi keuangan mikro berbasis syariah, dengan dukungan organisasi, pendidikan, advokasi, serta infrastruktur bisnis yang memadai.

Dalam konteks tersebut, ia menggambarkan hubungan antara PINBUK, ABSINDO, dan INKOPSYAH/GAKOPSYAH melalui filosofi Minangkabau:

“TUNGKU TIGO SAJARANGAN”

Tiga tungku harus berdiri seimbang agar mampu menopang satu wadah dan menghasilkan manfaat yang optimal.

Filosofi tersebut, menurut Asep Sudrajat, relevan dengan struktur ekosistem gerakan BMT:

PINBUK berperan dalam pengembangan pendidikan dan peningkatan kapasitas;

ABSINDO berorientasi pada advokasi dan penguatan organisasi profesi; sementara

INKOPSYAH/GAKOPSYAH berperan dalam penguatan ekonomi dan bisnis.

Ketiganya diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menopang dalam membangun gerakan BMT yang kokoh dan berkelanjutan.

“Kekuatan gerakan BMT tidak hanya terletak pada satu lembaga, tetapi pada keseimbangan seluruh infrastruktur yang menopangnya.”

MEMPERLUAS AKSES GREEN ENERGY MELALUI JARINGAN BMT

Silaturrahmi BMT Jawa Barat juga menghadirkan mitra usaha SUN KING Solar Panel System dalam agenda sosialisasi program Green Energy.

Program ini membuka ruang bagi jaringan BMT untuk mengenal lebih jauh pemanfaatan teknologi tenaga surya sekaligus peluang pengembangan produk dan layanan yang dapat menjangkau masyarakat ekonomi mikro.

Kelompok masyarakat seperti petani, nelayan, dan pedagang menjadi bagian dari segmen yang dapat memperoleh manfaat dari pengembangan solusi energi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan.

Kehadiran program tersebut juga memperluas perspektif BMT bahwa jaringan koperasi syariah tidak hanya memiliki peran dalam intermediasi pembiayaan, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

MUSYWIL ABSINDO JAWA BARAT: MEMBANGUN KEPENGURUSAN BARU

Agenda berikutnya adalah Musyawarah Wilayah ABSINDO Jawa Barat yang dilaksanakan melalui tim caretaker/formatur yang terdiri dari:

  1. Luthfi Thamrin;
  2. Yudi Haryadi;
  3. Dadan Zaidan;
  4. Yadi Mulyadi;
  5. Hj. Eti Rusmiati; dan
  6. Ahmad Agung.

Melalui proses musyawarah dan penyusunan formatur, berhasil dibentuk struktur kepengurusan ABSINDO Wilayah Jawa Barat periode 2026–2030.

Dalam hasil musyawarah tersebut, Luthfi Thamrin ditetapkan sebagai Ketua ABSINDO Wilayah Jawa Barat periode 2026–2030.

Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi ABSINDO di Jawa Barat, memperluas advokasi kepentingan BMT, serta membangun komunikasi yang lebih erat dengan seluruh pelaku gerakan BMT di tingkat wilayah.

PINBUK JAWA BARAT PERKUAT KONSOLIDASI PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM

Pada waktu yang sama, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PINBUK Jawa Barat.

Rapat kerja tersebut dilaksanakan melalui tim formatur yang terdiri dari:

Hasil Rakerwil menetapkan Hary Wahyudi sebagai Ketua PINBUK Jawa Barat.

Kepengurusan baru tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi PINBUK dalam bidang pendidikan, pelatihan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kompetensi pelaku BMT dan koperasi syariah di Jawa Barat.

SATU GERAKAN, TIGA KEKUATAN

Silaturrahmi BMT Jawa Barat 2026 menegaskan kembali pentingnya membangun ekosistem yang menghubungkan pendidikan, advokasi, dan pengembangan ekonomi.

PINBUK, ABSINDO, dan INKOPSYAH/GAKOPSYAH memiliki peran yang berbeda, namun berada dalam satu ekosistem gerakan yang sama.

PINBUK memperkuat pengetahuan dan kapasitas.

ABSINDO memperkuat organisasi dan advokasi.

INKOPSYAH/GAKOPSYAH memperkuat ekonomi, bisnis, dan jaringan usaha.

Sinergi ketiganya menjadi fondasi penting agar gerakan BMT tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas kepada anggota serta masyarakat.

DARI JAWA BARAT UNTUK GERAKAN BMT NASIONAL

Silaturrahmi BMT Jawa Barat 2026 di Bandung akhirnya bukan sekadar forum pertemuan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat kembali hubungan antar-pelaku gerakan BMT, menyusun kepemimpinan organisasi, membuka peluang usaha baru, serta menyatukan visi pengembangan BMT di Jawa Barat.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru ABSINDO Jawa Barat periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan Luthfi Thamrin, serta kepengurusan PINBUK Jawa Barat di bawah Hary Wahyudi, gerakan BMT Jawa Barat memasuki fase konsolidasi baru.

Semangat yang dibangun dari Bandung adalah semangat silaturrahmi, sinergi, dan kemandirian.

Karena sebagaimana filosofi “Tungku Tigo Sajarangan”, gerakan yang kuat membutuhkan beberapa kekuatan yang berdiri bersama, saling menopang, dan bergerak dalam keseimbangan.

Dari Jawa Barat, tiga kekuatan gerakan BMT—pendidikan, advokasi, dan ekonomi—diteguhkan kembali untuk memperkuat gerakan BMT Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Asosiasi BMT Se-Indonesia. Wadah berhimpun, silaturahmi, dan komunikasi LKMS BMT se-Indonesia.

 
 

© 2026 ABSINDO. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.